Petualangan Mianka - Chapter 2



Chapter 2
Mianka dan anjing penjaga
Pernahkah suatu hari kamu berjalan-jalan bersama teman lalu sambil memperhatikan sekeliling ada anjing lucu yang menarik perhatianmu? Mianka pun pernah merasakannya. Hari disaat ia dan teman-temannya berkeliling akan menjadi momen yang akan ia kenang seumur hidupnya. Berjalan-jalan, kemudian melihat sekeliling lalu berkenalan dengan sahabat baru. Anak anjing.
******
“Uuh ini hari yang panas apakah aku diberi ijin main pada hari ini?,” gumam Mianka dalam hati. Biasanya di hari yang panas papa dan mama tidak akan mengijinkan Mianka keluar rumah untuk bermain. Papa dan mama jahat? Tentu tidak. Papa dan mama takut Mianka akan pusing dan kelelahan hingga ia punya alasan untuk bolos sekolah esok hari. Namun, Mianka tetap ingin keluar dan bermain bersama teman-temannya.
Mianka meminta ijin mama untuk bermain keluar rumah. Mama sebenarnya tidak ingin mengizinkan Mianka keluar rumah, tetapi mama membuat syarat, jika ada yang menjemput Mianka untuk bermain maka Mianka diperbolehkan pergi. Mama tahu betul kalau tidak aka nada orangtua lain yang akan mengijinkan anaknya bermain di hari yang panas seperti itu.
Mianka kemudian menunggu dengan tenang di ruang tamu sambil menonton televisi. Sesekali Mianka melihat ke arah jam dinding. Jam sudah menunjukkan pukul 15.00 dan belum ada teman Mianka yang datang ke rumah. Mianka kesal dan ia hanya duduk dan menggonta-ganti acara televisinya. Klik..klik..klik bunyi remote televisi yang dimainkan Mianka.
Tiba-tiba ada suara yang memanggil Mianka. “Mianka..mianka..main yuk. Mianka..mianka..main yuk,”  ucap seseorang dari arah pagar. Mianka sangat mengenali suara tersebut. Ia sangat senang temannya yang bernama Moulin datang untuk mengajaknya bermain. Langsung dengan cepat Mianka menghampiri mama di dapur dan meminta ijin untuk bermain. Mama terkejut ada anak kecil yang diijinkan bermain di hari yang panas ini, tapi janji adalah janji dan harus ditepati. Mama member ijin Mianka untuk bermain di luar. Mama mencium Mianka seraya berkata,” Hati-hati yah Mianka jangan main terlalu jauh dan jangan pulang lebih dari jam 4.” Mianka menuruti perintah mama kemudian berlari ke luar rumah dengan senang.
“Moulin! Asik hari ini kita mau main apa?” tanya Mianka sambil tersenyum lebar. “ayo ikut aku saja,” jawab Moulin. Mereka berdua berjalan beriringan dan senang. Walaupun Mianka tidak tahu hari itu mereka akan bermain apa, Mianka tetap senang karena bisa keluar rumah dan bermain. Mianka dengan cepat mengikuti Moulin dari belakang.
“Yap. Ini tempatnya!”  seru Moulin di depan sebuah rumah dengan banyak bunga-bunga indah di tamannya. “Kita bisa masuk ke sini? Wah bunganya cantik,” sahut Mianka. “Kita tidak bisa masuk ke sini Mianka, tetapi aku akan menunjukkan sesuatu yang lebih menarik daripada bunga-bunga tersebut,” terang Moulin. Mianka hanya mengangguk dan tetap tersenyum senang. “Kemarin saat aku melewati rumah ini bersama papa, papa mengatakan bahwa anjing di rumah ini baru saja melahirkan 5 anak anjing yang sangat lucu,” jelas Moulin dengan semangat. Mianka sangat senang mendengar hal tersebut. Ia pun tidak sabar untuk bermain dengan anak-anak anjing di rumah ini. Moulin dan Mianka kemudian berjalan ke samping rumah dan menemukan pagar kecil yang di dalamnya ada sebuah kandang anjing.
“Nguk..nguk..nguk..” terdengar suara riuh keluar kandang. Benar saja ada 5 anak anjing yang sedang bermain-main di sana. MIanka dan Moulin sangat senang melihat anak-anak anjing tersebut. Kamu juga pasti akan senang jika melihat anak anjing tersebut. Mereka sangat lucu dan jelas terlihat kalau bulu kelima anjing tersebut sangat lembut. Anjing-anjing tersebut memiliki warna coklat, putih dan abu-abu. Dari kelimanya ada satu anak anjing berwarna putih yang sangat menarik perhatian Mianka. Si putih, ya mianka menamakan anjing ini si putih, terlihat diam diantara anjing yang lain oleh karena itu Mianka ingin mengajaknya bermain. “Halo putih, ayo ke sini main sama aku”, ajak Mianka sambil mengulurkan tangannya. Tak disangka si putih langsung datang menghampiri tangan MIanka yang sudah masuk ke dalam pagar. Ada yang aneh, si putih tidak berjalan dengan sempurna. Ternyata putih tidak memiliki kaki belakang. Namun Mianka tetap mau bermain dengan putih.
Moulin sibuk memperhatikan sambil memancing anak anjing lain untuk ke luar pagar. Bagi Moulin, Mianka tidak beruntung karena didatangi oleh anjing yang cacat. Oleh karena itu Moulin mencoba memanggil anak anjing lain.
MIanka dan Moulin yang sibuk bermain dengan para anak anjing lupa kalau anak anjing tentunya masih dijaga oleh induk anjing. Pada saat itu ibu anjing tidak Nampak di sekitar kandang dan seharusnya Mianka dan Moulin tetap waspada agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka sibuk bermain dengan anak-anak anjing tersebut.
“Grrrr….guk..guk…guk…” Suara apa itu? Keras sekali. Mianka dan Moulin kaget. Ternyata itu adalah suara ibu anjing. Ibu anjing datang dan langsung menyuruh anak-anaknya masuk ke kandang. Dalam bahasa anjing tentunya. MIanka ketakutan sampai tidak bergerak. Moulin tetap tenang kemudian mengambil sesuatu dari dalam kantongnya. Ternyata sebuah roti. Roti tersebut diberikan kepada ibu anjing. Ibu anjing makan dengan senang. Selagi ibu anjing menunduk dan makan roti pemberiannya, Moulin mengelus kepala anjing tersebut. Ibu anjing menggonggong kecil dan kemudian semua anak anjing keluar dari kandangnya.
Mianka tidak takut lagi, Ia senang si putih keluar lagi dari kandangnya dan bisa bermain dengan dirinya. Putih kemudian menjilati tangan Mianka sambil sesekali menyalak dengan lembut. MIanka senang. Kemudian ibu anjing mendekati Mianka tetapi tidak menggonggong. Mianka kemudian mengelus kepala ibu anjing. Ibu anjing ternyata sangat baik karena mau mengijinkan Mianka dan Mouiin bermain dengan anak-anaknya.
Hari sudah mulai sore. Mianka dan Moulin memutuskan untuk pulang ke rumah. Mianka ingat kalau ia harus pulang sebelum jam 4 untuk mandi sore, walaupun ia tidak tahu jam 4 itu apa. MIanka sangat senang hari itu dan berjanji dalam hatinya untuk selalu mengunjungi ibu anjing dan anak-anaknya setiap ia bermain keluar.

Comments

Popular Posts