Political Ecology
Review:
-
Difference and Conflict in the Struggle
Over Natural Resources: A political ecology framework – Arturo Escobar
-
Political Ecologies of the Precarious –
Kath Weston
Kedua
artikel sama-sama menjelaskan mengenai political
ecology. Keduanya sama-sama memulai argumentasinya melalui perubahan yang
terjadi dalam lingkungan. Perbedaan yang mendasar adalah Arturo Escobar
berusaha melihat konflik dan pertahanan lingkungan ditinjau dalam aspek
ekonomi, ekologi, dan kultural. Di sisi lain Kath Weston mencoba melihat political ecology dimuli dari perubahan
iklim dan teknologi yang mempengaruhinya.
Dalam
artikel yang ditulis oleh Arturo escobar mengenai political ecology framework ada beberapa hal yang saya dapatkan
dari pemikirannya. Dari awal Escobar tertarik untuk menggunakan term seimbang
atau equal dalam tulisannya. Escobar
melihat lingkungan dan kestabilan hidup manusia akan terjaga apabila terjadi
keseimbangan, dalam artikel ini adalah ekonomi, ekologi, dan kultural.
Escobar
mencoba membentangkan pendapatnya dimulai dengan konflik lingkungan yang
terjadi ditinjau dari tiga aspek tersebut diatas. Ditinjau dari sisi ekonomi
maka konflik lingkungan dapat dilihat sebagai suatu respon atas ketidak-adilan
dalam pembagian sumber daya. Melalui aspek ekonomi ini, kita bisa melihat
adanya pertentangan antara si kaya dan si miskin dalam meperebutkan sumber daya
alam. Melihat dari aspek ekologi, fungsi alami dari suatu biodiversitas mulai
berubah dikarenakan adanya perspektif baru bagaimana suatu biodiversitas harus
dimanfaatkan, contohnya adalah pengelolaan hutan mangrove yang dimanfaatkan
sebagai tempat tambak udang. Terakhir dilihat dari aspek kultural terlihat
adanya suatu kebudayaan yang dominan, yang akhirnya mensubordinasi kebudayaan
yang lain.
Dalam
artikel ini Escobar mendefinisikan apa yang sebenarnya disebut sebagai political ecology. Ia membedakan political ecology ini dari ekonomi
ekologi. Ia menyebutkan bahwa lingkungan tidak hanya dinilai berdasarkan
kegunaannya saja/utilitas, namun ada cara pandang lain untuk menilai lingkungan
yaitu melalui perspektif kultural. Melalui perspektif kultural ini kita melihat
lingkungan berdasarkan penilaian suatu kelompok sosial yang tidak selamanya
berorientasi kepada uang. Kelompok masyarakat seperti ini yang nantinya akan merespon
jika ada ‘ancaman’ yang datang. Reaksi dari kelompok inilah yang akhirnya
menjadi titik tumpu analisis pertahanan dan konflik yang dijabarkan oleh
Escobar. Reaksi kelompok-kelompok masyarakat ini menggeser sebuah pandangan
bahwa isu besar dalam ekologi adalah homogenitas yang dibawa oleh globalisasi.
Kelompok-kelompok masyarakat kecil/ subaltern inilah menurut Escobar dinamakan
sebagai diferensiasi.
Isu
yang kemudian menjadi penting kemudian, menurut Escobar, adalah peran penting
etnik dan perempuan dalam reaksi-reaksi kelompok masyarakat tersebut, sayangnya
menurut saya Escobar masih belum menjelaskan dengan baik mengapa isu perempuan
dan etnik dianggap penting dalam political
ecology framework ini.
Escobar
mencoba menekankan bahwa konflik tidak akan terjadi jika keadaan peace bisa tercapai. Keadaan peace ini tercapai jika ada keseimbangan dan
keadilan dalam ekonomi, ekologi, dan kultural.
Artikel
berikutnya ditulis Kath Weston mencoba menjelaskan permasalahan lingkungan,
terutama perubahan iklim merupakan imbas dari perbuatan manusia sendiri,
sekalipun awalnya manusia menganggap kejadian tersebut adalah normal. Political ecology yang dimaksudkan oleh
Weston disini adalah bagaimana suatu ide produksi massal pada akhirnya
berakibat buruk bagi lingkungan. Ide produksi ini, layaknya Fordisme, merupakan
bagian politis karena adanya keinginan untuk menyamakan keadaan semua manusia
di dunia. Adanya plastik, pemakaian bahan-bahan tertentu yang dianggap umum
untuk semua mobil, dan juga bahan-bahan lain yang ‘diumumkan’ ternyata memiliki
efek yang negatif bagi lingkungan. Perbuatan manusia yang awalnya dianggap
terlepas dari alam ternyata memiliki dampak dan sekarang manusia mulai khawatir
akan ulahnya sendiri.
Dalam
artikel Weston ini saya lebih mengerti bagaimana sisi politik dari political ecology, namun saya berpikir
ide politik yang disampaikan Weston terlihat sangat mirip dengan tinjauan
ekonomi. Menurut saya Weston belum menjelaskan titik tumpu yang jelas yang bisa
membedakan argumennya mengenai political
ecology terlepas dari aspek ekonomi.
Comments
Post a Comment